ALAMAT KANTOR:
Jl. Yos Sudarso No 6 RT 34 RW 02 Telaga Biru - Kota Banjarmasin Kalimantan Selatan- 70119
Telepon: 0511-4423345
Fax: 0511-4423346
Email PPA: pelayanan@ambapers.com
Corporate: ambapers@ambapers.com

Demi Bakantan Ambapers Tanam Rambai


 

BANJARMASIN– Pulau Curiak, salah satu kawasan alami habitat bekantan di Kalsel, keberadaannya mulai terancam. Pulau hutan mangrove yang berada di luar wilayah konservasi kera besar berhidung panjang itu, letaknya berada di jalur lalu lintas kapal di perairan Sungai Barito,

Penyebabnya tak jarang, pulau yang tak jauh dari Pulau Bakut di bawah Jembatan Barito ini, menjadi tempat tambat tongkang dan kayu gelondongan, hingga menyebabkan tanaman mangrove mati akibat terlindas.

Dampaknya, populasi warik walanda di pulau ini pun mulai berkurang akibat makanan hewan endemik khhs Pulau Kalimantan ini, ikut juga berkurang.

Pada 2016, data dari hasil observasi Yayasan Sahabat Bekantan Indonesia (SBI), di Pulau Curiak terdapat 14 ekor bekantan yang terbagi atas sembilan Individu pada kelompok Alfa dan lima individu di kelompok Sub Alfa-1.

Akan tetapi meski mengalami pertambahan jumlah individu dalam beberapa tahun terakhir,, populasi bekantan di Pulau Curiak masih dalam kriteria mengalami penurunan populasi.

Penurunan populasi itu dikemukakan Ketua SBI, Amalia Rejeki, di sela penanaman ratusan bibit pohon rambai di Pulau Curiak besama jajaran PT Ambang Barito Nusapersada (Ambapers), Jumat (23/3) pagi,

“Karena itu kami sangat mengapresiasi jajaran PT Ambapers, sebagai koorporasi yang peduli dengan lingkungan dan juga habitat bekantan,” kata dosen biologi di FKIP Universitas Lambung Mangkurat ini.

Amalia berharap, kepedulian yang dilakukan jajaran perusahaan pengelola alur ambang Sungai Barito dengan menanam ratusan pohon rambai di Pulau Curiak, bisa menjadi motivasi koorporasi lainnya yang ada di Kalsel.

Menurut Amalia, upaya restorasi mangrove, termasuk menanam pohon rambai, tidak hanya menyelamatkan populasi bekantan. Tapi, juga menyelamatkan masyarakat pesisir Sungai Barito yang sebagian besar nelayan.

“Karena bila hutan mangrove dibiarkan terus rusak, maka ikan-ikan yang menjadi sumber mata pencaharian masyarakat di sini, juga bakal punah,” jelas Amalia.

Sementara Direktur Utama PT Ambapers, Syaipul Adhar, mengatakan, aksi sosial kepedulian terhadap lingkungan, bagian dari rangkaian peringatan HUT mereka yang ke-14 tahun ini.
“Karena usaha yang dijalanankan di Sungai Barito, maka menjadi keharusan bagi kami untuk punya kepedulian terhadap pelestarian lingkungan di sini,” kata Syaipul.

Diakui Syaipul, kegiatan ini merupakan yang pertama kali dilakukan. Karena bertepatan dengan momen HUT ke-14 ini, perusahaan ingin terus melakukan perubahan. Sehingga ke depan, kegiatan seperti akan terus dilakukan.

Selain menanam ratusan bibit rambai, PT Ambapers juga membantu pembuatan pos stasiun riset bekantan di Pulau Curiak. Diharapkan penanaman rambai dan pos stasiun riset, dapat menyelamatkan populasi bekantan, hewan yang juga menjadi ikon provinsi ini. (emy)

 

Sumber: BanuaPost