Banjarmasin (ANTARA) - PT Bangun Banua Kalimantan Selatan (PT BBKS) dan anak perusahaannya PT Ambang Barito Nusapersada (PT Ambapers) akan menyalurkan bantuan sembako untuk warga pinggiran atau warga terpencil.

Bertempat di kantor PT BBKS di Jalan Yos Sudarso Banjarmasin Barat, Jumat, setidaknya dua ton gula dan paket-paket sembako siap dibagikan ke masyarakat yang terdampak ekonomi akibat mewabahnya virus Corona atau COVID-19.

Menurut Direktur Utama PT BBKS H Bayu Budjang saat menerima secara simbolis bantuan paket sembako dan dua ton gula tersebut dari PT Ambapers untuk dibagikan kemasyarakat, bahwa ini sebagai aksi solidaritas dan BUMD peduli bagi penanganan COVID-19 di provinsi ini.

"Kita sangat berterima kasih kepada PT Ambapers yang turut berkontribusi untuk penanganan COVID-19, ini yang kesekian kali Ambapers salurkan bantuan lewat kita," ujarnya.

Menurut Bayu Budjang, penyaluran bantuan akan segeranya dilaksanakan, tujuan utama untuk masyarakat di wilayah terpencil di provinsi ini.

"Tidak lagi di wilayah tengah kota, kita fokuskan lagi kepinggiran, dibeberapa daerah," tuturnya.

Dia berharap, perusahaan lainnya milik pemerintah provinsi juga terus melakukan aksi peduli terhadap penanganan COVID-19 di provinsi ini yang belum juga mereda.

Sementara itu, Direktur Utama PT Ambapers H Zulfadli Gazali menuturkan, pihaknya sejauh ini telah menyalurkan bantuan paket sembako sebanyak 3.500.
Selain itu juga sekarang ini sebanyak dua ton gula juga diserahkan kepada PT BBKS sebagai induk perusahaan untuk menyalurkan langsung ke masyarakat.

"Selain itu kita juga ada menyalurkan Alat Pelindung Diri (APD) bagi tenaga medis di rumah-rumah sakit yang bekerjasama dengan Ambapers," tuturnya.

Komisaris Utama PT Bangun Banua Kalsel H Supiyannor mengapresiasi terhadap aksi ini, di mana memang harus dikuatkan kekompakan dan kebersamaan menangani virus Corona atau COVID-19 tersebut.

Menurut dia, sampai sekarang ini, pemerintah provinsi dan kabupaten/kota di Kalsel terus berjuang untuk mengatasi wabah yang kasusnya tidak juga menurun.

"Meskipun sudah ada diterapkan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di Banjarmasin, tapi yang tertular tidak juga berkurang," tuturnya.

Ini menjadi delima bagi semuanya, tidak hanya masalah kesehatan, tapi ekonomi masyarakat yang juga sangat terganggu hingga perlu sumbangsih bersama, khususnya bagi BUMD milik pemerintah provinsi ikut ambil bagian kepedulian.

"Jadi ini perang kita bersama terhadap virus Corona," ujarnya.